Begitulah gambaran keseharianku. Namun, perlu diingat bahwa jadwalku sangat fleksibel dan bisa berubah-ubah tergantung aktivitas yang sedang aku jalani. Ada kalanya aku harus pergi ke luar kota selama beberapa hari, seperti saat menjadi official photographer PSIR Rembang, di mana dalam satu minggu aku bisa berangkat hingga dua kali, dan sekali perjalanan bisa memakan waktu dua sampai tiga hari. Setelah itu, ketika kembali ke rumah, aku langsung melanjutkan proses editing dari pagi hingga larut malam, bahkan bisa sampai pukul satu atau dua dini hari.
Selain itu, aku juga selalu terlibat dalam berbagai proyek lain, seperti saat diajak oleh omku yang merupakan sutradara untuk menjadi bagian di balik layar (behind the scenes) dalam produksi film, membuat animasi yang ditampilkan sebagai background videotron untuk acara perpisahan, hingga dipercaya menjadi fotografer dan videografer dalam berbagai event, dengan jam kerja yang bisa berlangsung dari pagi hingga tengah malam.
Dari semua pengalaman tersebut, aku belajar bahwa menjadi seorang home schooler memberiku kebebasan dalam mengatur waktu, sekaligus menuntut tanggung jawab yang besar untuk mengelolanya dengan baik.
Jujur, aku tidak pernah menyangka bahwa perjalanan belajarku bisa membawaku sampai sejauh ini. Dari sekadar hobi, kini menjadi pengalaman yang sangat berarti. Semua ini tidak lepas dari peran besar kedua orang tuaku, yang selalu mendukung, mendoakan, dan memberikan kepercayaan dalam setiap langkah yang aku ambil. Untuk itu, aku ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tuaku atas segala cinta, dukungan, dan kesempatan yang telah diberikan kepadaku.